Thursday, April 9, 2026

Polres Banjarnegara Gelar Pelatihan AI Bersama Belajar Wilayah Banjarnegara


Uploaded Image

Banjarnegara – Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di era digital, Polres Banjarnegara menggelar pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bersama Belajar Wilayah Banjarnegara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026, bertempat di Aula Polres Banjarnegara.

Pelatihan ini diikuti oleh personel Polres Banjarnegara serta peserta dari berbagai unsur yang tergabung dalam komunitas belajar wilayah. Kegiatan bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar hingga penerapan teknologi AI dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya di bidang pelayanan publik, analisis data, serta pengelolaan informasi.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan materi terkait pengenalan AI, pemanfaatan teknologi digital dalam pekerjaan sehari-hari, serta praktik langsung penggunaan berbagai tools berbasis kecerdasan buatan.

Kapolres Banjarnegara melalui Ipda Aris Munandar, S.H. selaku PIC,  kegiatan Polres Banjarnegara menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dengan pemahaman AI, diharapkan anggota Polri dapat bekerja lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan optimal guna mendukung pelaksanaan tugas serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif, di mana peserta  berdiskusi serta mencoba langsung aplikasi-aplikasi berbasis AI. Diharapkan ke depan, pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kompetensi digital di lingkungan Polres Banjarnegara.

Saturday, March 28, 2026

Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Polres Banjarnegara Lakukan Pengamanan Gereja Saat Umat Kristiani Ibadah





Banjarnegara – Polres Banjarnegara melakukan patroli dan penjagaan guna memberikan rasa aman saat umat kristiani saat melaksanakan ibadah kebaktian di sejumlah Gereja yang ada di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Minggu (29/3/2026).

Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto, SIK, MM mengatakan, Polres Banjarnega selalu menempatkan anggota di sejumlah gereja untuk melakukan pengamanan dan patroli saat umat kristiani melaksanakan kebaktian.

"Anggota yang melakukan pengamanan dan patroli dilengkapi senjata laras panjang," katanya di Mako Polres Banjarnegara.

Menurut dia, pengamanan dilakukan guna meminimalisir ambang gangguan maupun gangguan nyata, hadirnya polisi pada kegiatan ibadah sehingga bisa membuat umat dapat melaksanakan ibadah secara khidmat dan merasa aman.

"Kehadiran anggota Polri diharapkan dapat meminimalisir dan mencegah tindakan kriminal dan gangguan kamtibmas," pungkasnya.

Pengamanan dilakukan, lanjut Kapolres, sebagai upaya dalam memberikan jaminan keamanan kepada jemaat dalam menjalankan kegiatan ibadah rutin.

"Mari kita sama-sama menjaga keamanan di Kabupaten Banjarnegara, hidup rukun dan saling menghormati," ucapanya.

Ia berharap, situasi di wilayah hukum Polres Banjarnegara tetap aman dan Kondusif.

"Banjarnegara aman, damai dan kondusif," tandasnya.

Monday, March 23, 2026

Anggota Polres Pekalongan Gugur Saat Bertugas dalam Pengamanan rangkaian Hari Raya Idul Fitri 2026







Polda Jateng-Pekalongan| Duka mendalam menyelimuti jajaran Polda Jawa Tengah atas wafatnya salah satu personel terbaiknya, Bripka Septian Eko Nugroho, yang gugur saat melaksanakan tugas pengamanan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (22/3/2026) sekitar pukul 22.50 WIB. Saat itu, almarhum tengah melaksanakan tugas pengaturan lalu lintas di kawasan Alun-Alun Kajen.

Seusai melaksanakan tugas dan sempat beristirahat sejenak di sekitar lokasi, almarhum tiba-tiba mengalami pingsan. Rekan sesama anggota segera membawa almarhum ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis. Almarhum tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan langsung mendapatkan penanganan oleh dokter jaga.

Tim medis segera melakukan serangkaian tindakan, termasuk pemeriksaan EKG dan upaya resusitasi jantung paru (RJP). Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan adanya gangguan irama jantung. Namun, meskipun telah dilakukan penanganan maksimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia di IGD RSUD Kajen.

Dari hasil pemeriksaan medis serta riwayat yang ada, penyebab kematian sementara diduga akibat gangguan pada sistem kardiovaskular, dengan indikasi kuat mengarah pada penyakit jantung.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. Ia menegaskan bahwa almarhum merupakan sosok anggota yang berdedikasi tinggi dan memiliki komitmen kuat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai bentuk penghormatan jenazah almarhum diberangkatkan pada Senin pagi (23/3/2026) dari rumah duka di Pekalongan menuju Surakarta untuk dimakamkan.
 
Prosesi pemberangkatan dilaksanakan dengan upacara penghormatan sebagai wujud penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum selama bertugas di institusi Polri.

Kasatgas Humas OKC 2026 Polda Jateng Kombes Pol. Artanto menyampaikan rasa duka cita atas kejadian tersebut.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya almarhum dalam pelaksanaan tugas, dedikasi almarhum menjadi teladan bagi seluruh anggota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ungkap nya.

" Semoga semua amal perbuatan baik almarhum di terima oleh yang Maha Kuasa dan keluarga yang di tinggalkan di berikan ketabahan " pungkas nya

Wednesday, March 18, 2026

Operasi Ketupat Candi 2026, Polres Banjarnegara Lakukan Rekayasa Arus Lalu Lintas di Pasar Induk Cegah Kemacetan



Banjarnegara –  Banyaknya warga masyarkat yang memadati tempat belanja menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Satgas Kamsel Satlantas Polres Banjarnegara melakukan rekayasa arus lalu lintas, salah satunya di sekitar Pasar Induk Banjarnegara, Rabu (18/3/2026).

Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto, SH, SIK, MM mengatakan, rekayasa lalu lintas dilakulan untuk mengurai arus lalu lintas di pasar induk Banjarnegara yang semakin meningkat intensitasnya karena warga datang ke pasar pasar untuk membeli sembako menjelang Lebaran.

"Ini dilakukan untuk meningkatkan kelancaran dan keselamatan lalu lintas di sekitar Pasar Induk Banjarnegara, kami melakukan pengaturan arus lalu lintas dengan memberlakukan sistem satu arah di beberapa ruas jalan sekitar pasar," katanya di Mapolres Banjarnegara.

Rekayasa arus lalu lintas ini juga melibatkan penempatan personel kepolisian di titik-titik strategis untuk mengatur lalu lintas dan membantu masyarakat yang ingin berbelanja di Pasar Induk Banjarnegara.

"Kami menghimbau pada masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan," tutur dia.

Ia menambahkan, kegiatan ini bagian dari Operasi Ketupat Candi 2026  dilakukan untuk pengamanan mudik Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan tema mudik aman, keluarga bahagia yang digelar selama 13 hari, sejak tanggal 13 Maret sampai 25 Maret 2026.

"Sasaran operasi ini, yakni arus mudik dan balik, tempat wisata, tempat ibadah, pemeliharaan kamtibmas dan pengendalian bapokting," tutup dia.

Tuesday, March 17, 2026

Kisah Haru di Jalur Mudik, Sulaiman dan Keluarga Dapat Bantuan Polisi Hingga Bertemu Sang Adik Setelah 13 Tahun




Polres Semarang-Polda Jateng| Perjalanan mudik yang seharusnya penuh kebahagiaan sempat berubah menjadi kebingungan bagi Sulaiman (37), seorang pemudik asal Bekasi. Bersama istri dan dua anaknya, ia justru terhenti di tengah ruas Tol Semarang–Solo tanpa kepastian arah, Senin pagi (16/3/2026).

Pagi itu, sekitar pukul 08.30 WIB, Sulaiman dan keluarga tengah dalam perjalanan menuju Sruwen, Kabupaten Semarang, ia hendak bertemu sang adik yang sudah sekitar 13 tahun tidak ia jumpai. Namun di tengah perjalanan, Sulaiman baru menyadari bahwa bus yang ditumpanginya tidak melewati jalur yang ia perkirakan. Setelah berkomunikasi dengan sang adik, ia diminta untuk turun dan dijemput menggunakan sepeda motor.

Tanpa mengetahui secara pasti lokasi yang aman, pihak bus menurunkan mereka di sekitar KM 457 ruas Tol Semarang–Solo.

Alih-alih segera bertemu keluarga, Sulaiman justru dihadapkan pada situasi yang membingungkan. Ia dan keluarganya tidak mengetahui posisi pasti mereka, sementara sang adik juga kesulitan menemukan lokasi di sisi tol tersebut. Selama kurang lebih 30 menit, mereka menunggu di pinggir jalan tol dengan perasaan cemas. Di tengah kebingungan itu, Sebuah mobil patroli Polres Semarang yang tengah melaksanakan patroli rutin melintas dan melihat keberadaan keluarga tersebut. saat  itu Kabag Ren Polres Semarang Kompol Joko Winarno langsung menghentikan kendaraan dan menghampiri mereka.

Setelah mendengarkan penjelasan Sulaiman serta berkomunikasi dengan pihak keluarga, petugas segera mengambil langkah cepat. Demi keselamatan, Sulaiman beserta istri dan kedua anaknya dievakuasi dan dibawa ke Polsek Tengaran untuk menunggu penjemputan di tempat yang lebih aman.

"Kami melihat ada keluarga yang tampak kebingungan di pinggir jalan tol saat patroli. Setelah kami tanyakan, ternyata mereka pemudik yang salah turun. Untuk keamanan, kami bawa ke Polsek Tengaran sambil menunggu dijemput keluarga," ujar Kompol Joko. Selasa (17/3)

Tak berselang lama, sang adik akhirnya tiba di Polsek Tengaran, Sulaiman pun tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh pihak Kepolisian.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak Polisi yang sudah membantu saya dan keluarga. Tadi kami benar-benar bingung dan khawatir, apalagi membawa anak-anak di pinggir tol" ungkap Sulaiman.

Menanggapi kejadian tersebut, Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026, Kombes Pol Artanto, mengatakan bahwa kehadiran Polri di jalur mudik tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat.

"  Sudah menjadi kewajiban kami (anggota Polri), untuk hadir memberikan rasa aman dan membantu masyarakat, khususnya para pemudik yang mengalami kendala di perjalanan. Kepada seluruh masyarakat apabila membutuhkan bantuan, segera hubungi atau datangi petugas kepolisian yang bertugas di sepanjang jalur mudik," ujar Kombes Pol Artanto.

Monday, March 16, 2026

Giat Preemtif Operasi Ketupat Candi 2026 Polres Banjarnegara Sosialisasi Lewat Radio





Banjarnegara – Polres Banjarnegara melakukan sosialisasi dan himbauan tentang Operasi Ketupat Candi 2026 kepada masyarakat, tidak hanya di jalan atau bertemu langsung warga, namun juga media sosial, serta memanfaatkan saluran udara melalui Radio yang ada Banjarnegara, Senin (16/3/2025).

Sat Binmas Polres Banjarnegara melakukan dialog interaktif di stasiun radio 104.4 FM Suara Banjarnegara dan Pop FM 90.2.

Dialog ini bertujuan memberikan informasi detail mengenai pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 kepada seluruh pendengar, petugas secara bergantian menjelaskan segala aspek terkait Operasi Ketupat Candi 2026.

Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto, SH, SIK, MM  mengatakan, pendengar mendapatkan pemahaman mengenai Pelaksanaan Operasi: Operasi Ketupat Candi 2026  dilakukan untuk pengamanan mudik Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan tema mudik aman, keluarga bahagia yang digelar selama 13 hari, sejak tanggal 13 Maret sampai 25 Maret 2026.

"Sasaran operasi ini, yakni arus mudik dan balik, tempat wisata, tempat ibadah, pemeliharaan kamtibmas dan pengendalian bapokting," katanya di Mapolres Banjarnegara.

Ia menjelaskan, ada 680 personel yang kita terjunkan terdiri dari personel Polri dan instansi terkait untuk menjaga arus mudik dan balik di wilayah Banjarnegara, termasuk tempat wisata" ucap dia.

"Dalam mengantispasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas maka didirikan 6 pos, 1 Pos terpadu di Alun-alun Banjarnegara, 3 pos pengamanan; pos pengamanan di Klampok, Mandiraja dan Sigaluh serta 2 pos pelayanan di Terminal Induk dan Dieng," pungkasnya.

Saturday, March 14, 2026

Hari ke 2 OKC, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung, Polda Jateng; sudah mulai ada peningkatan Arus





Semarang – Polda Jateng | Arus kendaraan yang masuk ke wilayah Jawa Tengah pada masa Operasi Ketupat Candi 2026 menunjukkan peningkatan, khususnya melalui Gerbang Tol Kalikangkung Semarang yang menjadi pintu utama kendaraan dari arah barat menuju Jawa Tengah.

Berdasarkan data lalu lintas pada 15 Maret 2026, tercatat kendaraan yang keluar dari GT Kalikangkung menuju Semarang (arah Jakarta–Semarang) mencapai 31.703 kendaraan. Sementara kendaraan yang masuk menuju arah Jakarta melalui GT Kalikangkung (Semarang–Jakarta) tercatat sebanyak 16.160 kendaraan.

Sementara itu, di Gerbang Tol Banyumanik, kendaraan yang masuk dari arah Surabaya menuju Semarang tercatat sebanyak 18.569 kendaraan, sedangkan kendaraan yang keluar menuju arah Semarang–Surabaya tercatat mencapai 36.860 kendaraan.

Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan mobilitas kendaraan yang melintas di wilayah Jawa Tengah, baik kendaraan yang menuju wilayah tengah Jawa maupun yang melanjutkan perjalanan ke arah timur.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan arus lalu lintas di jalur tol maupun jalur arteri selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.

"Polda Jawa Tengah terus memonitor perkembangan arus lalu lintas di sejumlah titik pintu masuk utama, khususnya di Gerbang Tol Kalikangkung yang menjadi jalur utama kendaraan dari arah barat menuju wilayah Jawa Tengah. Kami juga menyiagakan personel di lapangan untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan aman dan lancar," ujar Kombes Pol. Artanto. Minggu (15/3)

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara serta mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku.

"Kami mengimbau kepada para pemudik agar mempersiapkan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi sebelum melakukan perjalanan. Apabila merasa lelah, manfaatkan rest area atau pos pelayanan Operasi Ketupat untuk beristirahat. Kami juga mengingatkan agar tidak berhenti di bahu jalan tol karena sangat berbahaya dan dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Bahu jalan tol hanya diperuntukkan bagi kendaraan dalam kondisi darurat," tambahnya.

Polda Jawa Tengah melalui Operasi Ketupat Candi 2026 terus mengoptimalkan pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat guna memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Jawa Tengah dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat sampai di tujuan dengan selamat.

Polres Banjarnegara Gelar Pelatihan AI Bersama Belajar Wilayah Banjarnegara

Banjarnegara – Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di era digital, Polres Banjarnegara menggelar pelatihan kecerdasan...